Just a Dream Wedding Concept

By Cici aute - October 27, 2021

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dalam hidup. Karena moment itu untuk sebagian orang seumur hidup sekali begitupun juga aku, maka sebagian orang termasuk aku sendiri pasti memiliki keinginan dan konsep pernikahan yang di impikan.

Tapi gak dengan aku, semua konsep terhempas begitu saja bahkan dongeng impianku itu hancur hanya untuk menghidupkan dongeng keluarga besar aku.

Nah itu diatas sedikit prolog aku kali ini…..

Drama menjelang hari pernikahan pun dimulai.

H- 18 nih menuju pernikahan aku, entah kenapa karena mungkin begitu banyak tekanan dan harus nurut nurut aja kayaknya aku mengalami hal seperti stress, bukan self diagnosis ya dir. Tapi aku tuh gini orangnya bisa terlihat ketika aku tidak menginginkan sesuatu, seperti halnya  pekerjaan kemudian aku sedikit dipaksa dan ketika aku periksa tes lab dll, hasilnya aku harus ngurangin stress guysss.

Setelah aku lamaran, pasti nya aku dan calon pasangan aku itu mencari tempat dan ingin merealisasikan konsep impian kita tentunya. Tetapi semuanya ambyarrr mak pyarrrr kayak lagunya ndarboy. Harapan dan impian pun musnah seketika. Kalau ngomongin konsep  wedding, aku dan calon pasangan gak aneh aneh siii, terlebih saat ini masih pandemic menuju new normal. Jadi lebih ke intimate wedding yang hanya mengundang saudara dan teman dekat dimana itu gak nyampe melibatkan banyak orang, dan acaranya khidmat. Tak perlulah resepsi ataupun semeriah dan semegah apapun. Melihat kondisi dan mengukur diri dan keaadaan.

Yang terjadi adalah aku dan ibuku yang di tunggangi keluarga besarku selalu bersitegang karena hal ini terutama tempat. Karena kita memiliki konsep sendiri itu, jadi kita nyari nyari tempat kan. Tapi keluargaku lewat mamahku mengharuskan aku menikah di tempat nenek, yang dimana disana mau gak mau harus melibatkan banyak orang dan konsep akan menjadi berubah.

Pokoknya sumpah serapah, penghakiman, ancaman, keharusan dan kemutlakan bahwa aku harus menikah disana. Memang ada pilihan mau dimana tapi pilihan itu hanya formalitas, tetap saja keinginanku tak ada yang terrealisasi. Mereka menganggap aku orang bodoh, bego yang gak tau apa apa soal konsep pernikahan, yaaaa emang siii kan aku belum pernah menikah. Tapi apapun saran dari semuanya aku tampung dengarkan juga pertimbangan, karena tidak semuanya buruk dan tidak semuanya bisa diambil bahan referensi kan dirrr??

Aku tahu dan sangat mengerti apapun yang mereka lakukan buat aku adalah sebuah kasih sayang mungkin ingin yang terbaik terutama mamah aku. Tapi tidak dengan hanya mendengarkan bibi aku sajakan harusnya????,,, setiap aku mengusulkan ide dan keinginan aku selalu dimurkai, dimarahi, dibentak disangkain yang enggak enggak, iyaa mereka berpikir dan berprasangka bahwa keinginanku tinggi lah banyak maunya dan tidak menyesuaikan dengan budget. Padahal demi apapun aku malah lebih ingin nikah di KUA doang, udah gitu aja.

I am so tired,,,,,,

Lanjut part 2

See youuuuu

 


  • Share:

You Might Also Like

0 comments