BPJS-TK I AM DISAPPOITED# 2
By Cici Aute - December 30, 2015
Okkk lanjut….
28/12/2015, aku dateng jam
5.30 dan ternyata disana sdah banyak orang yang sdah menduduki bangku. Jadi sistemnya siapa yang sudah menduduki bangku pertama berarti dia dapet no
antrian yang pertama. Dan taukah aku mendapat antrian ke 203.
Setelah lama menunggu sampe 6
jam tibalah giliranku dipanggil, dan aku menyerahkan persyaratan dan formulir
serta surat kehilangan kepolisian pokoknya lengkap, begitupun dengan formulir
koreksi dan bermatrei pula. Setelah menyerahkan semua perlengkapan itu langsung
deh petugas BPJS yang cantik tapi judes ketus dan terkesan gak enak itu bilang kalo “semua persyaratan aku itu salah”
pokoknya teknisnya salah dari mulai
kartu keluarga yang harus diganti kelamaan alias kadaluarsa, udah gitu cap dan
tanda tangan untuk formulir koreksi itu salah juga harus perusahaan
outsoursingnya bukan perusahaan tempat
aku kerja. udah gitu si petugasnya ngejelasinnya jutek banget kaya ogah ogahan
alias males malesan gak dengan senyuman atau apalah itu. aku pun pulang dengan
perasaan kecewa sekali lagi.
Aku gak marah cuman kecewa
aja, kenapa gitu petugas petugas itu dalam menyampaikan informasi ke peserta
BPJS gak jelas dan gak sinkron gak rata gak sama dan satu suara antara petugas
yang berjaga diluar dan didalem. Contohya aja soal cap itu petugas yang satu
bilang boleh perusahan tempat -?aku kerja tapi yang didalaem gak boleh jadi
harus perusahaan outsoursingnya. Udah gitu mengenai KK petugas yang diluar gak
bilang kalo kk harus yang terbaru. Mereka bilang harus bawa KK (kartu Keluarga
) aja.
Sistem birokrasi di negeri ini
itu gak afdol kayanya kalo gak berkali – kali. Pasti harus bolak balik
dulu. Ya mungkin masih masih menjungjung tinggi slogan “kalo bisa dipersulit
kenapa dipemudah” heuheuheu…..
Pelayanan petugas petugas BPJS
juga sangat sangat tidak memuaskan. Apalagi petugas petugas pengklaiman, wihhh
cantik cantik sih tapi judes banget ketus. Okelah mereka capek gitu melayani
peserta BPJS yang tiap harinya itu ratusan, tapikan mereka di bayar untuk
melayani dan gaji mereka sangat seimbang dengan pekerjaan mereka yang melayani
ratusan peserta BPJS setiap harinya dan mungkin bahkan lebih gajina. Tapi pada
kenyataannya mereka itu sangat sangat jutek sekali. Pernah beberapa bulan sebelumnya pernah waktu itu aku
menanyakan bpjs ku, kemudian ada seorang ibu yang mengambil no antrian sendiri tanpa
meminta tolong ke satpam karena waktu itu satpam pada gak ada, terus kemudian
salah ngambil no antiran ibu itu langsung seperti dibilangin sambil ketus gitu
oleh petugas BPJSnya. cuman heran aja
mereka berpendidikan tinggi tapi kok gitu. Dan sebelum terjun kelapangan mereka
pasti ada training ato latihan dulu gtu dalam hal pelayanan atau service
excellent. Tapi pelayanan mereka sangat buruk, judes, ketus. Gak ada seyum
senyumnya. Aturannya kan sambut gitu dengan salam atau dengan menggunakan
teknik 3 S (senyum sapa salam), dan menjelaskan nya pun harus dengan sejelas-
jelasnya biar gak jadi bolak balik, untung aku deket rumahnya kan kasian yang
jauh rumahnya. Harus bolak balik cuman karena
hal kaya no antrian yang keabisan gitu.
Peserta BPJS-Tk itu kan rata –
rata menengah kebawah, kebanyakan yang kerja di perusahaan kaya pabrik gitu,
meskipun sekarang setiap perusahaan apapun
itu memakai BPJS tapi banyak pula yang keluar dari perusahaan dan
langsung mengklaim BPJSnya, dan lagi lagi karena kebutuhan kaya aku, tapi
prosedurnya sangat rumit, apalagi kalo mereka bekerja yang rumah dan
perusahaannya di tempat tempat yang jauh kaya pedesaan jauh pula dari kantor BPJS kadang kasian
juga. Ada loh ibu ibu yang sampe sampe mau ngelahirin di kantor BPJS ya karena
gak bisa diwakilkan dan jadwal pengklaiman itu tepat pas si ibu mau lahiran.
Ada banyak ibu ibu yang bawa anakya yang masih kecil. Terus ada ibu yang lagi
hamil besar 9 bulanan dan katanya tanggal 31 des diprediksi dokter mau lahiran.
Jadi si ibu pergi dulu ke BPJS-TK, untuk pencairan uang BPJS_TKnya, ibu itu bilang butuh untuk biaya kelahirannya
. dia bawa anaknya sekitar umur 4th laki laki, dan wajah anak itu
sebelah kiri diperban tepatnya di bawah mata dengan luka yang masih basah
sehingga perbannya itu penuh dengan darah, dan pas ditanya kenapa anaknya
diperban seperti itu ternyata pas waktu ibu itu mau berangkat klaim
BPJS-TK dua minggu yang lalu anaknya
jatoh. Musibah bisa terjadi kapan saja dimana saja dan dalam waktu mau apa aja
maka dari tiu waspadalah waspadalah #lohhhh
Banyak hal yang aku pelajari
hari kemarin dari kantot BPJS di kotaku.
Dimulai ketidaksamaan dalam
permberian informasi mengenai persyaratan, antara petugas BPJS yang satu dengan
BPJS yang lain. Kemudian kurangnya pelayanan yang maksimal, oleh petugas BPJS
terutama bagian pengklaiman, dengan tidak menggunakan Standar service excellent
yang baik. Dan menurutku dibank sudah lebih baik , dan di BPJS pun pasti sudah sama standarisasi service
exelentnya seperti dibank atau diperusahaan pelayanan lainnya, atau bahkan
lebih kali standarnya. Tapi dalam mngaplikasikanya sangat sangat kurang sekali.
Perserta BPJS kan raja, iya
kan kaya konsumen gitu..Jadi aku cuman pengen bilang aja sama petugas bpjs itu
“perlakukan orang lain seperti layaknya kita ingin diperlakukan”. Dan banyakin
senyum.
Iy iya iya akupun harus
belajar dari kejadian itu. terutama senyum harus ditambah, biar orang yang liat
seneng tapi senyumnya yang berisi hahahhaa.


0 comments