Melepaskan dan Mengikhlaskan

By Cici aute - October 12, 2019


Adalah dua kata yang sangat mudah diucapkan tapi pas dilakukan bisa sampe jungkir balik cop roll, back roll, kayang hingga sikap lilin, nah loooo saking apanya???? Sulit guys. Terlebih melepaskan seseorang yang sangat kita inginkan. 

Melepaskan dan mengikhlaskan perpaduan yang sangat manis ketika keduanya dapat dilakukan dengan sangat cepat. Tapi sayangnya untukku sendiri perlu waktu dan proses untuk melakukan kedua hal itu.

Detik – detik melepaskan dan kemudian mengikhlaskan bahwa mungkin tidak bisa bersamanya itu rasanya sakit tapi gak berdarah. Huuuhuuu hidup ini, begitu banyak hal yang setiap harinya adalah belajar termasuk melepaskan dan mengikhlaskan kemudian menerima.
Lebay siii bagi orang yang melihat semua ini tanpa tahu rasanya gimana, iyaa pliss guysss ini teh sakitt pisan tapi ya sudahlah mau diapain lagi iya gak siih. Terima aja dulu perasaan sedih dan galau dan tak tidak enak itu kemudian control diri dan filter dengan mindfulness.

Terima kalau dia bukanlah yang terbaik, yang Allah hadirkan. Menerima kalau selama ini sudah merasakan belajar mencintai dalam diam, yang rasanya itu kaya treadmill yang dirasakan udah lari ribuan kilo meter gak taunya cuma lari ditempat. Menerima kalau selama ini sudah mengenal marahnya, baiknya dan ketidakjelasan serta keanehannya.

Karena jalan bareng dalam pernikahan itu butuh proses, kitapun gak bisa memilih prosesnya cuma yang enaknya aja, menerima lebih dan kurangnya 1 paket, saling menguatkan disaat yang lain butuh, ada komitmen yang hanya diatas kertas, juga ada amanah besar kepadaNYA setelahnya. Pernikahan adalah perjalanan panjang, hanya orang pilihan Allah lah yang akan tetap ada, walau ada seribu alas an untuk pergi, ia akan tetap menemani.

“Dicepet -cepetin kalau belum waktunya akan tertunda juga
 Dilalam – lamain kalau sudah saatnya akan di mudahkan juga
 Ditunggu – tungguin yang jauh kalau dapetnya deket ya kamu bisa apa?”
(momalula).

Iyaaaa dia yaa

Dimalam minggu yang syahdu ini, disertai cuaca yang sangat sendu dan santuyy ini kayaknya pas banget yak buat para bucin bergalau ria hehee.


Ketika Allah melepaskan seseorang yang kita inginkan dari hidup kita, mungkin itu adalah cara Allah untuk memberikan sesuatu yang lebih baik dari pada dia.
Kembali lagi memantaskan diri dan sadari bahwa semua ini adalah kehendakNya. Jodoh maut dan rezeki sudah diatur oleh Allah. Yakin pasti ada sesuatu yang terbaik setelah ini, Amiin.




  • Share:

You Might Also Like

0 comments