Rumput Tetangga Lebih Hijau

By Cici aute - January 19, 2020


Pernah gak sih melihat orang lain dan merasa orang itu hidupnya lebih baik daripada kita?
Pernah gak sih melihat orang lain dan hidupnya selalu dikelilingi kebahagiaan, dan hidup kita sebaliknya selalu dikelilingi kesedihan.
Pernah juga gak sih menginginkan hidup seperti orang lain yang bertabur kemewahan, kebahagiaan dan segala sesuatu kenyamanan serta kemudahan?

Yuhuuuuu, kalau kalian menjawab “pernah” fix kita sama.

Apakah kalian pernah dengar istilah rumput tetangga???

Kali ini sedikit bercerita tentang “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”, yang artinya apa yang dimiliki oleh orang lain, biasanya terlihat lebih indah ( lebih baik) dari apa yang kita miliki.

Udah kaya sindrom di dalam diri ini, selalu melihat orang lain lebih baik dari kita, padahal kita sendiri mungkin memiliki potensi yang unik dan kalau kita sadar dengan diri atau mindfulness gitu, kebahagiaan itu ada didalam diri kita sendiri, iyaaaaa kita yang ciptakan sendiri kebahagiaan itu.

Kita melihat orang lain lebih baik hidupnya dan lebih enak serta lebih nyaman, pokoknya serba berlebihan gitu dalam hal apapun. Kalau kita sadari mungkin mereka pun seperti itu butuh proses dan dengan proses, tidak instan lhaa mie instan aja harus di masak dulu gengss. Ada harga yang harus dibayar untuk semua proses yang mereka jalani dan lalui. Bisa aja dan bisa bangettt yeekaaannn orang itu mengalami proses yang sangat pedih, sampai sakit tapi gak berdarah menjalani prosesnya, dan mungkin aja kan ketika sedang dalam kepedihan itu setiap detik dzikirnya gak berhenti – henti, sholat malamnya terooss setiap malam, apalagi solat wajib dan sunahnya gak pernah tertinggal, kemudian puasa, zakat serta kebaikan lainnya yang tidak kita lihat mereka jalani dengan sungguh – sungguh kepada Allah. Dan kita hanya bisa melihat setelah proses itu dan berkata “ hidupnya enak ya “.

Perkataan dan rasa itu ada, karena mungkin seringnya membandingkan diri dengan orang lain. Jadi lebih banyak insecure gitu dibanding bersyucure. Ahhhh itu mah aku banget kayaknya gengs.

Perasaan denial atau penyangkalan dalam diri menurut aku sii ya manusiawi, tapi alangkah baiknya gak berlarut – larut sampai menjadi iri hati, dengki dan berlebihan juga, setelah itu barulah kita kembali sadar ke alam nyata gitu guys.

Pada intinya dari kenapa kita selalu melihat rumput tetangga itu lebih hijau daripada rumput sendiri itu karena kurangnya rasa bersyukur dalam diri. Kalaulah kita mau sedikit lebih sadar dan mindfulness melihat kedalam diri ini, begitu banyak potensi dalam diri yang mungkin belum terasah dan kita belum mengenal diri sendiri karena sibuk melihat rumput tetangga dan juga begitu banyaknya kenikmatan yang telah Allah berikan. Dimulai dari nikmat melihat, mendengar, bernafas dan semua organ tubuh yang berfungsi dengan baik.

Tidak ada rasa yang menetap, semuanya temporary alias sementara. Kalau lagi sedih banget pasti akan ada kebahagiaan begitupun juga sebaliknya kalau kita bahagia juga jangan terlalu semua ada kadarnya. Bebicara tentang rasa, Hanya rasa cinta kepada Allah lah yang tidak sementara karena cinta Allah kepada hambanya itu menetap dan mungkin bisa dibilang unconditional love.

Tulisan kali ini kayaknya buat mengingatkan diri sendiri banget pokonya, yang masih jauh banget dari baik, masih harus selalu memperbaiki diri dan merasa diri ini tidak ada apa – apanya apalagi dihadapan Allah. Tidak untuk menggurui siapapun karena aku mah hanya pembelajar yang menulis yang ramah jiwa minim trauma dan penuh cinta.

Rumput tetangga memang akan selalu lebih hijau dan indah jika kita melihatnya dengan nafsu diluar kendali diri kita, tetapi rumput sendiri akan lebih berwarna, ceria dan asri jika kita melihat dengan hati dan kesadaran yang penuh serta kesyukuran yang selalu ada dalam hati.

Semoga tulisanku berfaedah ya, dan terhindar dari kemageran yang menyebabkan nulis seminggu sekali aja harus berjam – jam nulisnya hufthhh. Tidak untuk menggurui karena aku hanyalah seorang pembelajar yang menulis.

See you






  • Share:

You Might Also Like

0 comments